Rabu, 11 Januari 2012

Kisah Empat Sahabat

Empat sahabat ini selalu akur, hampir bisa dikatakan mereka selalu bersama dalam mengisi 'day off' mereka. Mereka adalah orang-orang yang baik dan budiman. Perbedaan profesi tidak menghalangi
keakraban mereka.
Orang pertama adalah seorang bisnisman, orang kedua adalah seorang dokter yang terkenal, orang ketiga adalah seorang hakim yang adil dan seorang terakhir adalah seorang pejabat yang jujur dan anti KKN.
Suatu hari mereka melakukan traveling ke Bali, naas tak bisa ditolak, di perjalanan mereka mengalami kecelakaan dan mereka meninggal dunia. Di akhirat, sebelum masuk surga mereka harus  berhadapan dengan sang malaikat.
Orang pertama langsung menyapa sang malaikat dengan lagak seorang bisnisman sejati, “Duhai malaikat, anda tentu tahu bahwa saya adalah bisnisman yang jujur, yang selalu menyantuni fakir miskin, taat membayar pajak, dan menggaji karyawan saya dengan layak, maka biarkan saya masuk surga.”
“Boleh,” jawab sang malaikat,” tapi kamu musti bantu memanajemen, kantin sepupuku di surga...”
“Tak masalah, dengan senang hati!” Maka masuklah orang pertama ke surga.
Orang kedua dengan dalih yang serupa juga minta izin masuk surga, katanya dia dokter yang baik, selalu menolong sesama dan seringkali tidak memungut biaya.
Kata si malaikat “Tentu, tapi kamu musti bantu paman saya yang jadi dokter di rumah sakit sini..”
“Tentu saja, dengan senang hati!” jawab si dokter. Juga masuk surgalah ia.
Orang ketiga, si hakim, juga dengan argumen serupa.
Katanya, “Tuan malaikat, Anda tentu tahu juga saya selalu bijak dan adil, menghukum pejabat korup, dan membantu orang yang teraniaya secara hukum”
Sang malaikat tersenyum, “Pintu surga untuk Anda terbuka, tapi tolong bantu kakak saya dalam pengadilan akhirat!”
Si hakim tersenyum dan berkata, “Yes!”
Dan terakhir orang keempat si pejabat yang anti KKN, sedari tadi ia mendengar semua pembicaraan tadi, maka langsung saja dia berkata,
“Tak usah saya jelaskan, yang jelas saya pejabat yang jujur juga mohon diberi jalan!”
Si malaikat memandangnya sejenak, lalu mengernyitkan dahi dan berkata
“Asal kamu mau membantu ip...,” belum selesai kata-kata si malaikat, tiba-tiba ia terkejut karena dibentak oleh si pejabat jujur tadi.
“Apa?!!!! Bertahun-tahun saya hidup jadi pejabat di dunia tak kenal Kolusi, Korupsi dan Nepotisme, sekarang di akhirat anda malah mau ber-KKN dengan saya? Tak usah ya...”

2 komentar:

  1. hehehe
    menarik sekali. sebuah sentilan (satir) yg cukup mengena. Kejujuran memang kadang memiliki batas yg sangat tipis.,, Sehingga menjadi kabur dengan bentuk kebaikan (baca: memberi imbalan). Masa udah haknya masuk surga aja masih perlu nyogok (berkolusi) dengan malaikat? Malaikatnya kurang ajar dong :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternya sobat sangat jeli menganalisis maksud & tujuan yang terkandung dalam cerita ini. Saluut...

      Hapus