Rabu, 15 Februari 2012

Cinta Yang Luntur


Sepasang muda-mudi yang sedang dilanda badai asmara berjalan berdampingan di taman.
Siapa sangka ujung kaki pemudi itu menyepak salah-satu batu yang agak menonjol, tentu saja dia berteriak kesakitan, yang mana membuat prianya segera memapahnya untuk duduk,
lalu sambil mengusap-usap dengan lembut kaki pacarnya ia mengumpat-umpat tidak keruan terhadap batu itu,
“Dasar batu kurang ajar, diam sembarangan.. tidak tahu apa kalau pacar saya mau lewat!”
Tiga puluh tahun kemudian, di tempat yang sama, dengan kejadian yang sama pula, tapi reaksi suami itu berbeda sekali, ia berkata ketus,
“Kemana sih MATAMU, batu segede itu saja tak kelihatan, sepertinya kamu harus GANTI KACA-MATA BARU!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar