Kamis, 02 Februari 2012

Materi IV : Mengembangkan Semangat Wirausaha (1)

A.   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEMANGAT KERJA WIRAUSAHA
Semangat kerja wirausaha sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
1.   Peluang usaha atau bisnisnya
2.   Minat dalam usaha atau bisnisnya
3.   Modalnya, apakah sudah tersedia
4.   Relasinya, apakah dari keluarga, teman yang sudah menekuni usaha yang sama.
Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha antara lain faktor dukungan keluarga, famili, teman, pengalaman usaha, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, dan sumber daya yang tersedia. Selanjutnya, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha, yaitu pertimbangan antara pengalaman dengan spirit, energi, dan rasa optimis dalam keberhasilan usaha atau bisnisnya.
Di dalam mengembangkan semangat kerja wirausaha, Murphy and Peck (1980:8) mengembangkan delapan anak tangga untuk mencapai puncak karir dalam berwirausaha. Delapan anak tangga tersebut digunakan untuk mengembangkan semangat kerjanya dan profesinya dengan syarat:
1.   Mau bekerja keras (capacity for hard work)
2.   Bekerja sama dengan orang lain (getting thing done with and thought people)
3.   Penampilan yang baik (good appearance)
4.   Mempunyai keyakinan (self confidence)
5.   Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6.   Mau menambah pengetahuan (college education)
7.   Ambisi untuk maju (ambition drive)
8.   pandai berkomunikasi (ability communicate)
Adapun letak keberhasilan di dalam mengembangkan semangat kerja wirausaha ditentukan oleh:
1.   Kemampuan merumuskan tujuan usaha
2.   Pemahaman tentang hakikat dan makna berwirausaha
3.   Sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya
4.   Keberanian untuk mengambil inisiatif dan inovatif
5.   Kecakapan dalam mengelola usaha
6.   Kratifitas dan percaya diri
7.   Pengalaman dan pendidikannya
B. INOVASI, KREATIVITAS, DAN MOTIVASI
1.   Pengertian Inovasi
Inovasi berasal dari bahas inggris yaitu innovation, yang artinya segala hal yang baru atau pembaruan. Inovator adalah orang atau sesuatu yang mendatangkan hal-hal yang baru. Wirausaha yang sukses dalam usahanya, selalu menggunakan inovasi dalam pembuatan produknya atau pelayanannya yang unik, aneh, khusus dan baru, sehingga tidak memandang usaha yang lain sebagai pesaing.
Inovasi bukanlah suatu temuan yang luar biasa, tetapi suatu temuan yang menyebabkan berdayagunanya sumber ekonomi ke arah yang lebih produktif. Adanya inovasi dari wirausaha akan mendorong semangat kerja di dalam usahanya atau bisnisnya. Adapun faktor-faktor yang mendorong inovasi, yaitu adanya peluang usaha, pengalaman, dan kreativitasnya.
Pada umumnya faktor-faktor inovasi yang dapat mempengaruhi semangat kerja wirausaha di sini adalah:
a.   Kesempatan untuk memperoleh keuntungan
b.   Minat dan keinginan wirausaha sendiri untuk berwirausaha
c.   Kesempatan untuk menjadi “BOS”
d.   Kebebasan di dalam manajemen usaha.
Di dalam prosesnya, penerapan kemampuan di dalam berinovatif, menurut Kuratko (1955) ada empat jenis inovatif, yaitu:
a.   Invensi (penemuan)
b.   Ekstensi (pengembangan)
c.   Duplikasi (penggandaan)
d.   Sintesis.
2.   Pengertian Kreativitas
Goman (1991) menjelaskan bahwa inovasi itu merupakan penerapan secara praktis mengenai gagasan-gagasan yang kreatif. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi.Conny Setiawan (1984), menjelaskan bahwa kreativitas itu adalah sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Dengan perkataan lain, kreativitas itu adalah sebagai berikut:
a.   Kreativitas adalah kemampuan untuk mebuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, dan variabel yang sudah ada sebelumnya
b.   Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya..
Semangat etos kerja yang tinggi seorang wirausaha, terletak pada kreativitas dan rasa percaya diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Menurut De Bono, pemikiran kreativitas itu merupakan motivator yang sangat besar, karena membuat orang sangat tertarik akan pekerjaannya. Dengan mengembangkan kreativitas, seorang wirausaha akan mampu meningkatkan:
a.   Keterampilannya
b.   Semangat kerjanya
c.   Mutu produk
d.   Efisien kerjanya
e.   Inisiatif kerjanya
f.    Keuntungan usahanya.
3.   Pengertian Motivasi
Di dalam semangat kerjanya, wirausaha dipengaruhi oleh adanya motivasi dengan berbagai cara.. disinilah letaknya peran penting dari motivasi. Motivasi itu sebenarnya apa? Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dan dorongan untuk maju. Daya dorong untuk lebih maju dalam berwirausaha dan berkembang di dalam diri wirausaha disebut motivasi. Jadi motivasi itu adalah sesuatu perangsang dan pendorong bagi wirausaha agar dapat mengembangkan semangat kerjanya.
Dengan kata lain, motivasi merupakan pendorong semangat kerja dan segala daya dengan hasil guna yang baik, serta meningkatkan rasa kepuasan di dalam bekerja. Adapun yang dimaksud dengan prinsip motivasi adalah prinsip memberi dorongan untuk membangkitkan minat berkomunikasi dengan seseorang, kelompok, dan masyarakat pada umumnya. Dengan adanya teknik komunikasi dan prinsip motivasi, diharapkan dapat mengembangkan semangat kerja wirausaha.
C. PRINSIP-PRINSIP BEKERJA EFEKTIF DAN EFISIEN
1.   Pengertian Efektif dan Efisien
Efektif adalah suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, efektif adalah sampai tingkat apakah tujuan itu sudah dicapai dalam arti kualitas dan kuantitas.
Efisien adalah perbandingan yang terbaik antara input dan output, antara daya usaha dan hasil usaha, atau antara pengeluaran dan pendapatan. Dengan kata lain, efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat siselesaikan dengan tepat, cepat, hemat, dan selamat.
a.   Tepat; artinya kena sasaran sesuai dengan yang diinginkannya atau semua yang dicita-citakan tercapai
b.   Cepat; artinya tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu. Pekerjaannya selesai dengan tepat sebelum waktu yang ditetapkan
c.   Hemat; artinya dengan biaya yang sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apa pun
d.   Selamat; artinya segala sesuatu sampai pada tujuan pekerjaan yang dimaksud, tanpa mengalami hambatan-hambatan, kelemahan-kelemahan, atau kemacetan-kemacetan.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis adalah yang mau bekerja keras, tahan menderita, dan mau berjuang untuk memperbaiki nasibnya. Adapun perencanaan perilaku bekerja efektif dan efisien yaitu sebagai berikut:
a.   Masa inkubasi
b.   Analisis sumber perencanaan
c.   Sasaran jelas, realistis, dan menggairahkan
2.   Pentingnya bekerja efektif dan efisien melalui latihan
Dengan adanya latihan, karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih efektif dan efisien. Dengan adanya latihan, berarti perusahaan yang bersangkutan akan memperoleh karyawan yang ahli dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan adanya latihan, berarti akan menjamin tersedianya tenaga kerja yang mempunyai keahlian khusus, mempunyai keterampilan dan dapat mempergunakan pikirannya secara efektif dan efisien.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan.
a.   D. Yoder :
1)   Untuk stabilitas pegawai
2)   Untuk memperbaiki cara bekerja.
b.   D. Latenier : Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan, dan lebih baik.
c.   J. Tiffen :
1)   Pegawai akan melaksanakan tugas lebih baik
2)   Cara bekerja lebih baik.
d.   F.W. Taylor :
1)   Memilih karyawan terbaik
2)   Melaksanakan pekerjaan lebih baik.
Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a.   Apprentice training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan cara mengerjakan semua tuga dengan sebaik-baiknya.
b.   On job training
Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan.
Pembinaan efektivitas dan efisiensi kerja kerja ke arah pengaturan secara maksimal, yaitu dengan memberikan latihan kerja yang baik, serta dalam rangka tugasnya untuk perkembangan technical skill dan managerial skill.
Untuk pengendalian usaha efektif dan efisien, diperlukan berbagai tindakan dari para wirausahawan, yaitu dengan menentukan standar kerja, menilai prestasi kerja, dan mengendalikannya.
3.   Merencanakan proses bekerja efektif dan efisien
Pada umumnya terdapat dua macam kegiatan dalam merencanakan proses kerja efektif dan efisien, yakni sebagai berikut.
a.   Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup keahlian menggunakan waktu, tenaga kerja, dan peralatan kerja.
b.   Kegiatan-kegiatan wirausahawan mencakup aspek-aspek bisnis yang dianggap rutin. Hal ini meliputi menyiapkan laporan keuangan, monitor, merevisi anggaran, mengelola arus produksi, serta memasarkan produk dan jasa.
Adapun proses kerja efektif dan efisien berkaitan dengan bidang-bidang berikut ini :
a.   Keahlian dan Keterampilan
1)   Bidang-bidang keahlian yang dimiliki para wirausahawan
a)  Keahlian dalam bidang Teknologi
b)  Perkembangan perekonomian
2)   Jenis-jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh para wirausahawan
a)  Tata buku atau akuntansi;
b)  Mengetik;
c)   Steno;
d)  Bahasa Asing;
e)  Pengetahuan asuransi;
f)   Pengetahuan pajak;
g)  Pengetahuan hukum;
h)  Pengetahuan perbankan;
i)    Teknik dan organisasi bisnis;
j)    Impor dan ekspor dalam bisnis.
3)   Jenis-jenis wirausahawan yang mempunyai keahlian khusus
a)  wirausahawan sebagai Manajer
b)  wirausahawan sebagai uang
c)   wirausahawan sebagai social engineer
d)  wirausahawan sebagai vak
b.   Menggunakan waktu
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien, dan menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh wirausawan. Agar para wirausahawan dapat menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, ada beberapa pertanyaan yang harus djawabnya.
1)   Sudahkan mengadakan pembagian waktu menurut semestinya?
2)   Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat objek dan tepat waktu?
3)   Digunakan untuk apa waktu-waktu yang akan datang?
4)   Apakah telah menggunakan waktu yang ada?
5)   Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia?
6)   Berapa lama waktu digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat?
7)   Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat?
c.   Peranan tenaga
1)   Tenaga kerja
Peranan tenaga kerja yang efektif dan efisien, akan semakin besar bagi perusahaan yang menggunakan mesin-mesin, terutama dalam hal ketertiban, keahlian, keterampilan, dan kecakapan.
2)   Pembangkit tenaga (power)
Kekurangan tenaga listri dalam perusahaan, mengakibatkan pemakaian mesin-mesin dan produksi menjadi terbatas. Untuk mendapatkan pembangkit tenaga listrik dalam jumlah yang cukup besar, dapat digunakan dua macam cara:
a)  Menggunakan jasa listrik perusahaan listrik negara (PLN)
b)  Mengusahakan sumber pembangkit listrik sendiri.
d.   Alat-alat produksi
Para wirausahawan harus dapat menggunakan dan memelihara alat-alat produksi dengan efektif dan efisien. Semua lat produksi yang dimiliki harus dapat berdaya guna secara wajar.

3 komentar: