Jumat, 17 Februari 2012

Mengapa Harus Bercerai?

Berikut ini tercatat sedikitnya ada lima alasan yang sering dijadikan alasan seseorang bercerai dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya yaitu:
Alasan 1: Saya merasa jauh dengan pasangan saya.
Penyebab: Pekerjaan mungkin mengharuskan anda dan pasangan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk berpisah. Waktu yang dihabiskan untuk berkumpul dengan teman, melakukan hobi juga menjadikan semakin sedikit waktu yang dihabiskan dengan pasangan hidup.
Tips: coba periksa kembali jadwal anda. Prioritaskan waktu untuk dihabiskan bersama pasangan.  Pekerjaan mungkin tidak bisa dielakkan, tetapi waktu yang anda habiskan untuk sekedar jalan dengan teman atau melakukan hobi dapat dikurangi. Atau ajaklah pasangan anda melakukan hal tersebut bersama-sama. Secara teratur, sisihkanlah waktu untuk berbicara dan menceritakan perasaan masing-masing, misalnya setengah jam menjelang tidur. Kebersamaan pada pasangan suami istri menjadi sesuatu yang penting untuk kelangsungan pernikahan.
Alasan 2: Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan dan butuhkan dari pernikahan.
Penyebab: Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita terbiasa memikirkan apa yang dapat diperoleh. Akibatnya, manusia cenderung melihat sisi negatif dari pasangannya.
Tips: janganlah berpikir untuk memperoleh sesuatu dari pernikahan anda. Sebaliknya, kembangkan semangat memberi pada pasangan tanpa mengharapkan imbalan.
Alasan 3: Kami sudah tidak cocok, sudah tidak ada rasa cinta dan respek antara saya dan dia.
Penyebab: Kesibukan, seringnya pertengkaran atau pikiran negatif kepada pasangan dapat menghancurkan rumah tangga.
Tips: Untuk menumbuhkan kembali rasa cinta dibutuhkan upaya dari kedua belah pihak. Berlibur berdua dapat menjadi pilihan. Namun yang utama adalah berusaha agar senantiasa menjalankan kewajiban masing-masing. Misalnya, sebagai istri berupayalah menjadi istri yang baik dengan menunjukkan respek kepada suami. Ini akan membuat suami merasa dihargai dan dia pun akan menyayangi anda. Begitu pula dengan suami yang bertindak otoriter dalam memimpin rumah tangganya, hendaknya ia menjadikan serta menganggap istrinya sebagai partner bukan sebagai pesuruh.
Alasan 4: Saya tidak tahan dengan kebiasaan buruknya, dia sangat berbeda dengan saat masih berpacaran dulu yang tampak sempurna.
Penyebab: Pasangan anda mungkin memiliki kebiasaan yang tidak anda sukai. Walau anda memintanya untuk berubah, tetapi kebiasaan buruk itu tetap saja ia ulangi. Kebiasaan terlambat, berantakan, tidak tepat janji, malas atau boros sering menjadi hal yang mengganggu.
Tips: Hindari untuk berfokus pada kebiasaan pasangan yang menjengkelkan. Hal itu hanya akan membuat anda dengan pasangan semakin jauh. Cobalah untuk mengingat-ingat kembali, apa yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan. Fokuslah pada hal-hal baik tersebut yang akan membuat anda semakin mencintai pasangan anda.
Alasan 5: Suami saya tidak dapat memimpin keluarga dan selalu membuat keputusan yang salah.
Penyebab: Karena suatu keputusan yang dibuat pasangan tidak menghasilkan hasil yang baik, membuat anda tidak lagi mempercayai dia. Kasus lain, suami tidak mau membuat keputusan dan menyerahkan semua keputusan kepada anda.
Tips: Sebuah keluarga hendaknya dipimpin oleh seorang pria (suami). Coba instopeksi diri anda, apakah selama ini anda terus menerus mengungkit kesalahan pasangan anda. Karena hal ini dapat menghancurkan perkawinan anda. Sebaiknya sebagai istri, anda mendukung suami dan memberinya pujian yang tulus. Bersikap respeklah kepada suami, karena hal ini sangat dihargai oleh suami selaku kepala rumah tangga. Namun ini tidak berarti istri hanya dapat menurut saja. Jika ada suatu pendapat yang tidak sesuai atau keputusan yang dapat membahayakan ia dan keluarga, maka anda harus memberikan masukan serta mengoreksinya dengan cara dibicarakan dengan baik-baik, dengan nada suara yang lembut dan dalam waktu situasi dan kondisi yang tepat.
Berupayalah untuk selalu berpikiran positif pada pasangan, ciptakan suasana yang penuh cinta dan upayakan untuk menyelesaikan masalah dengan hati serta pikiran yang sejuk dan cara yang tepat. Sebuah pernikahan tidak harus selalu mengikuti gaya artis yang banyak diakhiri dengan perceraian, meski sebenarnya terdapat berbagai alasan untuk bercerai. Menikmati perkawinan yang bahgia memanglah tidak mudah, namun itu sangat layak untuk diusahakan. Suami dan istri perlu memelihara perkawinan agar dapat terus berjalan hingga akhir hayat.
-- dari berbagai sumber --

Tidak ada komentar:

Posting Komentar