Jumat, 03 Februari 2012

Salesman CD

Sukma seorang penyelia pemasaran di sebuah perusahaan celana dalam, ingin mengetahui berapa rata-rata celana dalam yang dimiliki oleh para pria di kota XYZ. Pada hari pertama dia melakukan survei kepada masyarakat di Kecamatan Ancur Pisan, berikut petikan wawancaranya,
Pada bapak Agung dia bertanya,
Sukma : “Pak, berapa celana dalam yang anda punya?”
Agung  : “Saya punya 2”
Sukma : “Bagaimana anda pakai setiap harinya?”
Agung  : “Hari ini saya pakai satu, besok saya cuci dan pakai yang satu lagi”
Sukma : (dalam hati) “Wah.. bisa turun omset penjualan saya nanti...”
Pada bapak Azmi dia bertanya,
Sukma : “Pak, berapa celana dalam yang anda punya?”
Azmi    : “Saya punya 7!”
Sukma : “Bagaimana anda pakai setiap harinya?”
Azmi    : “Setiap celana saya beri nomor, nomor 1 untuk hari Senin, 2 untuk hari Selasa, dan seterusnya sampai nomor 7 untuk hari Minggu”
Sukma : (dalam hati) “Nah ini baru tepat buat dijadikan pelanggan...”
Pada bapak Arvan dia pun bertanya,
Sukma : “Kalau bapak, berapa celana dalam yang anda punya?”
Arvan   : “Saya punya 12”
Sukma : “12!.. wah banyak sekali.. bagaimana cara pakainya, pak?”
Arvan   : “Celana tersebut saya kasih nomor 1 sampai 12.. yang nomor 1 saya pakai untuk bulan Januari, nomor 2 untuk Februari, dan seterusnya hingga nomor 12 untuk bulan Desember”
Sukma : (dalam hati) “Kalau begini semua.. lebih baik saya ganti pekerjaan saja.. benar-benar ancur ini kota...”

3 komentar: