Selasa, 06 Maret 2012

Gratis Sepanjang Hayat

Pada suatu pagi, Fikri menghampiri ibunya di dapur, yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membaca kertas tersebut dan inilah tulisan Fikri anaknya,
Upah selama 10 tahun
- Membersihkan dan menyapu halaman Rp.6.500.000,-
- Memotong rumput setiap bulan Rp.2.200.000,-
- Membuang sampah Rp.1.500.000,-
- Membersihkan kamar setiap minggu Rp.2.400.000,-
- Pergi ke pasar menggantikan mama Rp.2.000.000,-
- Menjaga adik ketika mama belanja Rp.1.000.000,-
- Mendapat Nilai rapor yang bagus Rp.5.000.000,-
- Rajin belajar dan selalu menjaga nama baik keluarga Rp.5.500.000,-
----------------------------------------------------------------------------------------------
  Total Hutang Mama Rp.26.100.000,-
Sang ibu memandang si anak yang sedang berdiri dengan penuh harap. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menuliskan sesuatu. Inilah yang ditulisnya,
♥ Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh di dalam perut mama, GRATIS.
♥ Untuk waktu tidur yang hilang karena harus memberimu susu, mengganti popok, dan menemanimu ketika kamu bayi, GRATIS.
♥ Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu ketika sakit, GRATIS.
♥ Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
♥ Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
♥ Untuk buku, sepatu, seragam, sekolah kamu mulai TK hingga kelak nanti, GRATIS.
♥ Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
Dan jika kamu jumlahkan seluruhnya, bahwasannya harga cinta sejati Mama padamu adalah GRATIS.
Para sobat yang budiman, ketika anak tersebut selesai membaca apa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata,
“Ma, aku sayang sekali sama Mama...”
Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar,
LUNAS
Sekian dan semoga bermanfaat...

6 komentar:

  1. Mantap om :-)

    kasih ibu begitu panjang...
    begitu berharga

    tanpa kasih ibu... aku tak akan ada dan tak akan bertahan di dunia ini...

    terimakasih ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikel ini saya dedikasikan untuk ibu yang tak pernah mengeluh serta meminta balas jasa atas apa yang telah ia lakukan serta berikan kepada kita...
      Dan saya harap para anak yang senantiasa mengeluh, hanya karena diminta atau disuruh untuk melakukan sesuatu oleh ibunya, agar dapat merenungi dan segera sadar seperti tokoh "Fikri" (orang yang berpikir) di sini...
      Syukron sob...

      Hapus
  2. terharu, sampai menangis saya membacanya. ternyata ibu tidak pernah perhitungan kepada anaknya. Kasih Ibu Benar-Benar tak Terhingga Sepanjang Masa, bagai sang surya menyinari dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepatlah kalimat bijak yang mengatakan, "surga berada di telapak kaki ibu".
      Kasih sayangnya yang senantiasa menyinari hidup & jiwa anak-anaknya...

      Hapus
  3. Jujur aku terharu sesak terasa di dada saat mmbaca artikel ini kak,sedih menetes lah air mata ku,ibu ku sampai detik ini belum berenti
    Mengurusi ku,sejak aku bayi sampai sedewasa ini,oh ibu maaf kan daku yg sampai sekarang msih saja merepot kan mu
    Kasih ibu sepanjang jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, "Kasih ibu sepanjang jalan" dan beliaulah yang senantiasa memberi semangat saat kita terpuruk...

      Hapus