Minggu, 04 Maret 2012

Persentase Hidup


Pada suatu hari seorang professor yang bernama Azmi mengadakan riset di sebuah desa. Untuk mencapai desa tersebut ia harus melintasi selat, dalam perjalanan melintasi selat ia bersama dengan seorang pemuda desa bernama Ujang Fikri yang membawa perahu. Lalu terjadilah percakapan sebagai berikut,
Prof Azmi : “Hai nak, sudah lama membawa perahu?”
Ujang Fikri : “Lumayan, Pak...”
Prof Azmi : “Pernah belajar fisika?”
Ujang Fikri : “Belum pernah, Pak”
Prof Azmi : “Berarti 20% hidup kamu sudah rapuh. Kalau matematika?”
Ujang Fikri : “Belum juga, Prof!”
Prof Azmi : “Bahaya.. hampir 80% hidup kamu akan kacau..”
Saat itu angin bertiup sangat kencang, sehingga perahu oleng dan terbalik.
Ujang Fikri : “Prof, apa Anda bisa berenang?”
Prof Azmi : “Belum bisa, memangnya kenapa nak?”
Ujang Fikri : “Wah bahaya.. berarti 99,99% hidup Anda akan punah!”
Prof Azmi : ??@%##!!?

4 komentar:

  1. Hahahahaha
    haha duh.....

    gile bener tuh fikri :-D
    bisa2nya dan pakai bahasa "punah"... hadeh

    mantap sekali om....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong.. Ujang Fikri kan seorang pujangga, jadi bahasanya pun harus gaya. He..he...

      Hapus
  2. Wha ha haa
    Tega juga tu si ujang fikri,tapi gak apa lah prof juga terlalu nyepele in sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata sobat bisa melihat intisari dari cerita ini.
      Sehebat-hebatnya sesuatu pasti memiliki kekurangan, Seburuk-buruknya sesuatu pasti memiliki kelebihan. Keren sob...

      Hapus