Minggu, 20 Mei 2012

Surat Tukang Buah Untuk Tukang Sayur

Wajahmu memang MANGGIS.. watakmu juga MELONkolis.. tapi hatiku NANAS karena cemburu, SIRSAK napasku.. hatiku ANGGUR lebur.. namun aku tak ingin berJERUK NANGKA padamu.. ini DELIMA dalam hidupku.. memang ini juga SALAKku, jarang APEL di malam minggu...
Ya Tuhan aku mohon BELIMBING-Mu.. Kalau memang per_PISANG_an ini yang terbaik untukku.. SEMANGKA kau bahagia dengan GOWOK lain.. SAWO-NARA...
dari: NAGA suGANDARIA
Balasan dari tukang sayur untuk tukang buah:
KENTANG suratmu itu.. BROKOLI-KOLI sudah kubilang, jangan tiap datang rambutmu selalu KUCAI.. JAGUNGmu tak pernah dicukur.. oh, rasanya aku sudah CABAI memintamu.. disuruh datang malam minggu, ehh nongolnya hari LABU.. ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin PARE.. kalau mau nelpon saja kau mesti ke WORTEL...
Terus TERONG saja.. cintaku padamu sudah lama TOMAT.. jangan KANGKUNG aku lagi, aku mau hidup SELEDRI...
dari: SAWI STRIMUH

2 komentar: