Selasa, 01 Mei 2012

Tips Memberi Nama Anak

Memberikan nama untuk sang buah hati itu “gamsus” alias gampang-gampang susah. Karena salah-salah nama bisa jadi beban buat si anak. Oleh sebab itu hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.
Berikut adalah beberapa tips dalam memberi nama yang saya kumpulkan dari berbagai sumber,
1.  Mengandung Do'a
Nama anak adalah cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung do'a. Tetapi perlu diingat do'anya yang singkat saja ya. Karena jika terlalu panjang nanti dikira tahlil atau wirid. Sehingga kelak saat dipanggil bukannya nengok, malah bilang "aamiinn.."
2.  Jangan Menyusahkan Orang Kelurahan
Nama anak mudah dibaca atau dilafalkan dan mudah pula untuk ditulis. Meskipun tampaknya bagus bin keren, usahakan jangan sekali-kali menggunakan huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel, misalnya Lloyd, Jhonny, Nikky, Thassya, dll.). Karena biasanya petugas kelurahan seringkali salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP, dll.
Nah.. tidak enaknya lagi kalau kita minta revisi atau diperbaiki, biasanya mereka minta ‘biaya’ tambahan lagi.. dan prosesnya pun lama atau sengaja dilama-lamain. He..he..
3.  Jangan Hanya Terdiri Dari Satu Kata Saja
Minimal ada First Name, Nick Name, dan Family name begitu loh sob..
Hal ini sangatlah penting terutama saat sedang mengurus Paspor atau Visa. Jangan sampai ia gagal berangkat ke Amerika atau ke negara Eropa hanya gara-gara namanya cuma Tono atau Hartono atau Sartono atau Partono atau Martono. Kan kasihaan...
4.  Jangan Terlalu Panjang
Nama yang panjang dan bererot (bukan mak erot ya!) bisa membuat susah si pemilik nama.
Di samping sulit untuk mengingatnya, juga sangat merepotkan waktu mengisi lembar jawaban UN (Ujian Nasional) atau formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (jaman saya UMPTN). Itu loh.. yang menghitamkan (arsir) bulatan-bulatan pakai pensil 2B. Capeek kaan...
Nama panjang seperti “Siti Kristiani Soesilawati Bembi Yudhayani Hartati Riwayati Kini Mulianingsih Adiningrum Mekar Semerbak Berseri Sepanjang Hari..” adalah sangat-sangat & teramat sangat not-recommended.
5.  Bersifat Internasional.
Anak kita hidup di masa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Maka jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja.
Misalnya nama 'Saklitinov',
Orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Bule bilang Sechlaytinove..
Susah kaan.. Padahal maksudnya 'SAbtu KLIwon TIga NOVember'...
Aya-aya wae yeuh...
6.  Ketahuilah Arti dari Sebuah Nama
Ketahuilah arti dari nama anak yang kita beri. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya saja.
Nama ‘Jalmowono’ memang sepintas enak untuk diucapkan dan bagus kalau ditulis namun tahukah sobat, bahwa ‘Jalmowono’ itu artinya ‘Orang Utan’.
7.  Jangan Pakai Nama Artis
Nama artis memang keren-keren, Yah.. kalau artis itu kelakuannya baik.. Lah hanya saja masalahnya, kalau artis itu jadi bahan gosip melulu karena hobinya kawin-cerai atau selingkuh.. kan bisa jadi beban buat si anak.
Lagipula pakai nama artis itu menandakan bahwa sobat tidak kreatif alias tidak mau cape dalam memberi nama untuk sang buah hati.
8.  Abjad Huruf Pertama Nama Anak
Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak nggak enaknya. Nggak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Jadi tidak sempat nanya-nanya sama temannya.
Tapi terkadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan.
Jadi sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K.
Kalau huruf depannya "Z".. wah.. biasanya adanya di bawah alias posisi terakhir.. Dan biasanya lagi ketika pembagian makanan atau bonus seringkali tidak kebagian karena alasan sudah habis. Hikhik...
9.  Jangan sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, apalagi alasannya biar dibilang keren. Harus bin kudu ingat, Anda lahir di bumi Nusantara, orang Indonesia, kultur ya tetap saja orang Indonesia.
Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan.. baik anaknya maupun ortunya.
Lagipula kalau kejepit toh bilangnya tetap saja "Adawww!..." bukan "Oh my God!...". He..he...
Demikian beberapa tips yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi para sobat dan juga semoga dapat menghibur tentunya.
Sekian, Terima Kasih dan Salam Berbagi!...
--Dari Berbagai Sumber--

9 komentar:

  1. wkkwkkk
    Aya aya wae
    Bisa aja ni si kakak
    Mana bayi nya dah di ajarin ngerokok lagi
    Besar nya jadi apa tuh,kalau jadi pemilik pabrik rokok nya sih mending he hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja ilustrasi gambar saya pasang seperti itu.
      Jika kita salah memberi nama pada sang buah hati, maka sama halnya orang yang sudah merokok sejak kecil, ia akan sangat sulit untuk berhenti & memperbaikinya kelak ia dewasa nanti...

      Hapus
  2. wkwkwkwkwkwkwk lawakan sekaligus saran yang bagus gan.,.. manthaab
    ankanya ngerokok lagi.. ckckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya ini bukan merupakan lawakan, tapi tips/kiat yang coba saya sampaikan dengan cara santai & menghibur. He..he...

      Hapus
  3. No.7 Nama sahabat saya Agnes. Dia juga suka beban sob, kalau agnes monica lagi digosipin yang jelek2. Apa lagi, kalau curhat sama saya, saya jawab "Kasian Deh Luh". He...he...he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sob, apalagi nanti kalau dewasa. "Kamu bilangnya mo nikah terus, tapi kok tidak nikah-nikah sih". He..he...

      Hapus
  4. Benar2 kocakkkkk
    tapi benar2 ada hikmah yang sangat jelas.... :-)

    nice om...

    BalasHapus
    Balasan
    1. btw.... foto anaknya kok ngrokok (-_-")

      Hapus
    2. ﺸﻜﺮﺍﻜﺜﻴﺮﺍﺠﺰﺍﻜﻢﺍﷲﺒﺨﻴﺮﺍﻠﺠﺰﺍ sob...
      Seperti yang saya sampaikan di atas,
      Sengaja ilustrasi gambar saya pasang seperti itu.
      Maksudnya yaitu jika kita salah memberi nama pada sang buah hati, maka sama halnya orang yang sudah merokok sejak kecil, ia akan sangat sulit untuk berhenti & memperbaikinya kelak ia dewasa nanti...

      Hapus