Selasa, 03 Juli 2012

IPTN

Suatu ketika (satu tahun dari sekarang). Beberapa negara maju tampaknya sudah mulai berani investasi di Indonesia. Mulailah wakil-wakil negara itu mengirim teknokrat dan perdana menterinya.
Sampailah mereka pada pembahasan perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN), yang seharusnya amat menguntungkan itu. Ketika pembahasan sampai kepada industri pesawat terbang (IPTN), tampillah sang presiden SBY untuk presentasi langsung.
SBY : "Suatu kehormatan bagi kami bisa presentasi di hadapan bapak-bapak"
Najib : (Malaysia) "To the Point saja, apa yang saudara banggakan dari IPTN?"
SBY : (sambil dengan bangga memperlihatkan prototype yang masih hangat) "Okay, ternyata kami tidak lagi memproduksi pesawat Yang Mulia, tapi kini kami telah memproduksi roket."
David : (Inggris) "Lalu, apa keunggulan roket IPTN ini?"
SBY : "Kalau Amerika cuma bisa mendaratkan manusia pertama di bulan, maka roket kami akan bisa mengantarkan manusia ke matahari."
Hadirin : "Wow....!"
David : "Eh, eh.. sebentar, Mas.., apakah roket Anda nanti tidak terbakar, kalau mendarat di matahari. Kan di sana panas mas...?"
SBY : (dengan santainya menjawab) "Loh, jangan khawatir, Pak, saya dan tim sudah dengan sangat cermat memperhitungkannya, sehingga roket kita akan sampai matahari pada malam hari... Supaya adem..."
Hadirin : "Ooh...." (dasar bego nih orang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar