Senin, 11 April 2016

BEASISWA DALAM NEGERI KEMENAG RI

"Beasiswa dan Bantuan Penyelesaian Pendidikan Dalam Negeri"

Jika Sobat PAIMA seorang dosen, tenaga kependidikan, atau PNS di lingkungan Kementerian Agama, ini peluang beasiswa S3 Kemenag yang tengah dibuka. Beasiswa S3 Program 5.000 Doktor. Lebih dikenal juga dengan Mora ScholarshipPendaftaran yang sedang di buka adalah Beasiswa Studi Dalam Negeri dan Bantuan Penyelesaian Pendidikan Dalam Negeri.
Beasiswa S3 dalam negeri Kemenag ditujukan bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan pegawai negeri sipil (PNS) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Beasiswa S3 tersebut diberikan selama 6 semester (3 tahun) untuk studi yang diambil di perguruan tinggi dalam negeri. Beasiswa terbuka bagi mahasiswa baru program doktor semester ganjil tahun akademik 2016 – 2017.
Beasiswa Studi Dalam Negeri Kemenag menanggung biaya pendaftaran dan ujian seleksi (diberikan bila lulus), biaya SPP, biaya hidup, biaya buku dan referensi, biaya riset, dan tunjangan domisili.
Sementara, Bantuan Penyelesaian Pendidikan Dalam Negeri ditujukan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang sedang menempuh pendidikan S2 atau S3 dengan biaya sendiri atau telah habis masa kontrak beasiswa yang terdahulu dan tidak sedang mendapatkan beasiswa atau bantuan serupa dari pihak lain. Bantuan ini diberikan hanya satu kali yang meliputi biaya SPP/tuition fee dan biaya lainnya yang terkait dengan penyelesaian studi.
BEASISWA STUDI DALAM NEGERI
PERSYARATAN
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Berstatus sebagai:
a. Dosen Tetap PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN); atau
b. Dosen Tetap Yayasan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS); atau
c. Dosen Tetap (PNS DPK maupun Non PNS) di Fakultas Agama Islam (FAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU); atau
d. Dosen Tetap Pendidikan Agama Islam (PAI) di PTU; atau
e. Dosen Tetap Non PNS berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
f. PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
3. Ijazah dan transkip nilai asli  (S1 dan/atau S2) discan dalam 1 (satu) file;
4. SK Pertama;
5. SK Terakhir;
6. Surat pengantar/rekomendasi dari pimpinan (Rektor/Ketua) instansi atau Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI);
7. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku (discan);
8. Umur maksimal 47 tahun;
9. NPWP (discan);
10. Nomor Induk Nasional Dosen (NIDN);
11. Sertifikat Pendidik (Dosen);
12. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;
13. Bersedia menandatangani kontrak perjanjian;
14. Membuat Surat Permohonan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktur Pendidikan Tinggi Islam;
15. Melakukan registrasi online di laman http://scholarship.kemenag.go.id, selanjutnya melakukan pendaftaran di perguruan tinggi tujuan.
SKEMA PEMBIAYAAN
Beasiswa ini diberikan selama 3 (tiga) tahun atau 6 (enam) semester, dengan komponen sebagai berikut:
1. Biaya Pendaftaran dan Ujian Seleksi; (diberikan bila lulus)
2. Biaya SPP / Tuition Fee (at cost);
3. Biaya Hidup;
4. Biaya Buku dan referensi;
5. Biaya Riset;
6. Tunjangan Domisili.
PILIHAN PROGRAM STUDI
Pilihan Program Studi

Baca juga : Beasiswa Pendidikan S-1 dan S-2 bagi Guru SMA dan SMK

JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal Pelaksanaan
PENDAFTARAN
Pelamar Beasiswa Studi Dalam Negeri harus melakukan pendaftaran secara online di Beasiswa Kemenag (http://scholarship.kemenag.go.id) terlebih dahulu dengan melampirkan dengan dokumen persyaratan yang diminta di atas. Setelah mendaftar secara online, pelamar kemudian mendaftar ke perguruan tinggi tujuan.
BANTUAN PENYELESAIAN PENDIDIKAN DALAM NEGERI
PERSYARATAN
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Berstatus sebagai:
a. Dosen Tetap PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN); atau
b. Dosen Tetap Yayasan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS); atau
c. Dosen Tetap (PNS DPK maupun Non PNS) di Fakultas Agama Islam (FAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU); atau
d. Dosen Tetap Pendidikan Agama Islam (PAI) di PTU; atau
e. Dosen Tetap Non PNS berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
f. Tenaga Kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI); atau
g. PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
3. Ijazah dan transkip nilai asli  (S1 dan/atau S2) discan dalam 1 (satu) file;
4. SK Pertama;
5. SK Terakhir;
6. Surat pengantar/rekomendasi dari pimpinan (Rektor/Ketua) instansi atau Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI);

Unduh Form Surat Pengantar/Rekomendasi
7. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku (discan);
8. NPWP (discan);
9. Nomor Induk Nasional Dosen (NIDN) bagi dosen;
10. Sertifikat Pendidik (Dosen);
11. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;
12. Surat Tugas Belajar atau Surat Ijin Belajar dari Sekretariat Negara atau Sekretariat Jenderal Kementerian Agama atau Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
13. Surat Keterangan dari Universitas tempat belajar dan dari pembimbing (promotor) disertasi;
14. Estimasi kebutuhan biaya penyelesaian studi yang disetujui pimpinan perguruan tinggi tempat belajar;
15. Scan buku rekening tabungan (BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri) *non-gaji
16. Membuat Surat Permohonan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktur Pendidikan Tinggi Islam;
17. Melakukan registrasi online di laman http://scholarship.kemenag.go.id
SKEMA PEMBIAYAAN
Bantuan diberikan hanya satu (1) kali sesuai dengan standar Direktorat Pendidikan  Tinggi Islam. Komponen bantuan meliputi biaya SPP/tuition fee (at cost) dan biaya lainnya yang terkait dengan penyelesaian studi.
JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal Pelaksanaan
Baca juga : Beasiswa Pemerintah Australia
PENDAFTARAN
Pengajuan bantuan penyelesaian pendidikan dalam negeri dilakukan secara online melalui website Kemenag yang tertera. Pendaftaran di buka hingga 22 April 2016. Seleksi administrasi BPP dilakukan 2 Mei – 12 Juni 2016. Pengumuman penerima yang lolos seleksi ditetapkan pada 13 Juni 2016.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sumber : Beasiswa Kemenag

Tidak ada komentar:

Posting Komentar