Senin, 04 April 2016

PENGUMUMAN RESMI BEASISWA PENDIDIKAN S-1 DAN S-2 BAGI GURU SMA DAN SMK

Dalam upaya mewujudkan amanah Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru diwajibkan memiliki kualifikasi akademik minimal setingkat sarjana (S-1)/D4. Sehubungan dengan hal di maksud, pada tahun anggaran 2016 Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan bantuan pendidikan bagi guru SMA dan SMK dengan rincian jenis bantuan dan sasaran sebagai berikut:
1. Bantuan dana pendidikan S-1, sasaran 2.364 guru
2. Bantuan dana pendidikan S-2, sasaran 250 guru
3. Beasiswa pendidikan S-2, sasaran 638 guru
Sasaran dan Jumlah Bantuan Dana bagi Guru SMA dan SMK
a. Bantuan dana pendidikan diberikan kepada 2,364 guru yang sedang menyelesaikan kuliah S 1 dengan Jumlah dana yang diberikan sebesar Rp 5.000.000,00/tahun
b. Bantuan dana pendidikan S2 diberikan kepada 250 guru yang sedang menyelesaikan kuliah S2 dengan jumlah dana yang diberikan sebesar Rp 10.000,000,00/tahun
c. Beasiswa pendidikan S 2 diberikan kepada 638 guru yang berminat mengikuti program S2 dengan Jumlah dana beasiswa yang daberikan sebesar Rp 60 000.000,00 untuk perkuliahan selama 2 tahun (terdiri atas biaya pendidikan dan biaya hidup)
BANTUAN DANA dan BEASISWA PENDIDIKAN S-1 dan S-2 BAGI GURU SMA/SMK TAHUN 2016
KETENTUAN/PERSYARATAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN S-1 BAGI GURU SMA/SMK
1. Guru berstatus PNS dan Guru Tetap Yayasan (GTY) yang masih aktif mengajar di SMA/SMK Negeri dan swasta
2. Memiliki NUPTK
3. Guru yang sedang menempulh pendidikan S-1 pada perguruan tinggi yang terakreditasi pada semua program studi kependidikan atau sesuai mata pelajaran yang di ampu dan pemberian dana diprioritaskan kepada guru yang saat ini sedang menempuh penddikan S-1 dan sedang melaksanakan penyelesaian tugas akhir (skipsi), dibuktikan dengan persetujuan judul skripsi yang ditandatangani oleh pembimbing.
4. Belum dan/atau tidak sedang menerima bantuan pendidikan dan lembaga pihak lain.
5. Diusulkan oleh Dinas Pendidikan UPTD/Kabupaten Kota setempat.
6. Belum pernah menerima bantuan dana pendidikan yang sama pada tahun sebelumnya.
KETENTUAN PERSYARATAN BEASISWA S2 BAGI GURU SMA/SMK
1. Persyaratan Beasiswa S2 bagi guru SMA/SMK.
2. Guru SMA/SMK berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
3. Guru SMA/SMK yang diselenggarakan oleh masyarakat, berstatus sebagai guru tetap yayasan (GTY).
4. Guru Honorer di SMA/SMK negeri harus memiliki SK Kepala Dinas Pendidikan sebagai guru honor.
5. Berusia maksimum 40 tahun pada tanggal 1 September 2016 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
6. Khusus untuk daerah terpencil, tertinggal, dan terluar berusia maksimum 42 tahun pada tanggal 1 September 2016 yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, serta SK pejabat berwenang tentang penetapan daerah terpencil, tertinggal, dan terluar.
7. Lulusan jenjang strata satu (S-1) dari program studi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan IPKminimal 2,75 yang dibuktikan dengan fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
8. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan fotokopi SK pengangkatan pertama (ditambah dengan SK Daerah khusus untuk guru yang bertugas di daerah khusus) yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang.
9. Memperoleh izin dari pejabat yang berwenang untuk mengikuti program peningkatan kualifikasi jenjang strata dua (S-2), dibuktikan dengan Surat Tugas Belajar dari BKD bagi PNS dan dari Ketua Yayasan bagi guru non PNS.
10. Memiliki prestasi akademik yang terkait dengan tugas keguruan/kependidikan (akan lebih diutamakan), dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan yang relevan.
11. Tidak sedang menempuh studi atau sudah lulus jenjang strata dua (S-2) atau strata tiga (S-3).
PROGRAM STUDI YANG DIBUKA DAN PTP
1. Pendidikan Matematika
2. Pendidikan Kimia
3. Pendidikan Fisika
4. Pendidikan Biologi
5. Pendidikan Geografi
6. Pendidikan Ekonomi
7. Pendidikan Bahasa Indonesia
8. Pendidikan Bahasa Inggris
9. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
10. Pendidikan Sejarah
Program studi di maksud, di buka di sembilan (9) LPTK mitra Direktorat Pembinaan Guru Dikmen Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, dengan kuota masing-masing LPTK akan di atur lebih lanjut.
SEMBILAN LPTK ADALAH:
1. Universitas Negeri Medan (UNIMED) Medan
2. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta
4. Universitas Negeri Semarang (Unnes) Semarang
5. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta
7. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Surabaya
8. Universitas Negeri Malang (UM) Malang
9. Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar.
Guru SMA/SMK yang berminat, mendaftarkan diri ke Direktorat Pembinaan Guru Dikmen dengan cara mengirimkan berkas pendaftaran ke Direktorat Pembinaan Guru Dikmen.
Berkas pendaftaran di kirim mulai 12 Maret 2016 sampai dengan 11 Juni 2016 (cap pos) ke alamat:
Subdit PK-PKK
Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud
Kompleks Kemdikbud Gedung D Lantai 12
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat
Telepon : 021.57974108
Fax : 021.57974108
1. Seleksi Administratif
Direktorat Pembinaan Guru Dikmen Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud melakukan seleksi administratif terhadap usulan calon peserta dari setiap provinsi mulai tanggal 16 sampai dengan 18 Juni 2016.
2. Seleksi Akademik
Calon peserta yang lulus seleksi administrative akan di undang oleh Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, pada 18 sampai dengan 26 Juli 2016, untuk mengikuti seleksi akademik. Seleksi akademik akan dilaksanakan oleh perguruan tinggi penyelenggara bersama Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud dengan prosedur sebagai berikut.
1) Seleksi akademik didasarkan pada hasil:
a) Tes Potensi Akademik (TPA):
mengukur kapasitas calon untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik (scholastic aptitude).
b) Tes Kemampuan Bahasa Inggris:
mengukur kemampuan calon dalam memahami teks berbahasa Inggris (reading comprehension).
2) Skor akhir untuk setiap peserta didasarkan pada penggabungan hasil TPA dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris dengan bobot 70 (TPA): 30(TesBahasa Inggris).
3) Penentuan kelulusan didasarkan pada urutan skor akhir dengan mempertimbangkan proporsi antar daerah, peminat, dan antar bidang studi.
4) Hasil seleksi akademik akan diumumkan oleh perguruan tinggi penyelenggara melalui Direktorat Pembinaan Guru Dikmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud pada tanggal 1 sampai dengan 8 Agustus2016.
3. Kewajiban Calon Mahasiswa
Calon mahasiswa yang lulus seleksi administrative dan seleksi akademik akan diberikan program pembekalan dan harus mengikuti program S-2 pada PTP yang bersangkutan, apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1) Menyerahkan Surat Tugas Belajar dari pejabat yang berwenang;
2) Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter;
3) Menandatangani surat perjanjian tidak akan meminta pindah tugas setelah menyelesaikan pendidikan, kecuali karena alasan kedinasan dan tugas dari pejabat yang berwenang;
4) Menandatangani surat perjanjian untuk mengikuti pendidikan jenjang strata dua (S-2) secara penuh waktu;
5) Mengisi biodata sesuai dengan format terlampir;
6) Menyerahkan foto copy ijazah dan transkrip akademik S-1 yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang sebanyak 2 lembar;
7) Menyerahkan pasfoto terbaru berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar.
Seluruh dokumen diserahkan ke PTP antara 9 s.d. 15 Agustus 2016. Calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulusakan ditempatkan sesuai dengan PTP masing-masing, dan sudah tiba di kampus paling lambat 22 Agustus 2016 atas biaya Direktorat Pembinaan guru Dikmen.
Informasi lengkap tentang program peningkatan kualifikasi dan kriteria penerima dana bantuan pendidikan S-1 dan S-2 dapat di unduh di bawah ini
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar