Rabu, 13 April 2016

Ulama Lebanon Ijazahi Santri Sanad Kitab Imam Abu Hanifah

Ulama asal Lebanon, Syekh Ahmad bin Abdur Razzaq al-Khusaini hadir dalam Majlis Talaqqi yang di gelar Pasantren al-Hikam Depok, Jawa Barat, di Auditorium Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) al-Hikam Depok, di dalam kompleks pasantren setempat, Ahad (10/4).
Talaqqi merupakan di antara tradisi keilmuan dalam pasantren yang mensyaratkan adanya tatap muka langsung antara murid dan guru atau santri dan kiai. Di hadapan ratusan santri dan masyarakat umum ini, Syekh Ahmad memberikan ijazah (sambungan silsilah keilmuan) kitab al-Fiqh al-Akbar.
Kitab ini merupakan karya Imam Abi Hanifah an-Nu'man, pendiri madzhab Hanafi yang wafat pada 150 hijriah. Al-Fiqhul Akbar termasuk satu dari lima risalah karangan Abu Hanifah yang menjelaskan tentang akidah Ahlussunnah wal Jama'ah. Meski menggunakan kata "fiqih", kandungan isinya justru fokus pada wacana seputar ilmu tauhid, keimanan, asma' dan sifat-sifat Allah, serta sejenisnya.
Dalam kesempatan tersebut, Grand Syekh Global University, Beirut, Lebanon itu menekankan pentingnya amal yang dilandasi dengan ilmu yang mendalam. Menurutnya, ilmu yang tersambung (bersanad) dan dalam akan memberikan keyakinan kepada kita untuk menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar.
Baca juga : Imam Abu Hanifah
Di majelis itu, panitia membagikan kitab al-Fiqh al-Akbar beserta dengan penjelasan kitab tersebut. Menurut salah satu peserta, Majelis Talaqqi ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, karena bisa langsung belajar kepada guru yang mempunyai sanad kepada Imam Hanafi. "Saya berharap Majelis Talaqqi akan rutin diadakan oleh Pasantren al-Hikam," ungkapnya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sumber : Situs Resmi Nahdlatul Ulama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar